Hot Todays

Kamis, 11 Juli 2013

KPAI Desak Dinas Pendidikan Kota Bogor Tarik Buku Pelajaran Porno

Jakarta - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta Dinas Pendidikan Kota Bogor, menarik buku pelajaran SD yang mengandung muatan porno. Hal tersebut dianggap telah meresahkan orang tua murid di wilayah Bogor.

"Cerita di dalam buku tersebut tidak pantas dibaca oleh anak-anak usia SD. Masih banyak cerita lain yang mengandung pelajaran moral yang bisa diajarkan kepada anak-anak," ujar Sekretaris KPAI, Maria Advianti, melalui rilis yang diterima detikcom, Kamis (11/7/2013).

Di dalam cerita berjudul 'Anak Gembala dan Induk Serigala' di buku terbitan CV Graphia Buana tersebut, ada cerita transaksi seks antara seorang lelaki dan perempuan di sebuah warung reman-remang. KPAI juga meminta pemerintah Kota Bogor menyelidiki motif di balik pemuatan cerita tersebut.

"Jika terbukti ada unsur kesengajaan, pihak Dinas Pendidikan bisa memberikan sanksi kepada penerbit untuk tidak lagi boleh mencetak buku-buku pelajaran sekolah," lanjut Maria.

Menurut Maria, sanksi perlu diterapkan karena kasus buku pelajaran mengandung muatan pornografi bukan baru pertama kali terjadi. Kasus serupa pernah ditemukan di beberapa daerah seperti Solo, Kudus, Mojokerto, Kebumen, Majalengka, dan Kolaka.

KPAI berharap Kementerian Pendidikan Nasional mengambil langkah-langkah tegas sesuai permendiknas nomor 2 tahun 2008 atau kebijakan lain terkait pengawasan penerbitan dan peredaran buku pelajaran sekolah. "Selain itu KPAI juga meminta fihak sekolah aktif menyeleksi buku-buku pelajaran yang akan dibaca siswanya," pungkasnya.

Sumber: http://de.tk/utAZd

Rabu, 10 Juli 2013

Jalur alternatif Kudus banyak yang rusak

Kudus (ANTARA News) - Beberapa ruas jalan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, yang selama ini dijadikan jalur alternatif untuk antisipasi kemacetan arus lalu lintas yang melintasi Jalan Kudus--Pati selama Lebaran banyak yang masih mengalami kerusakan.

"Kerusakan yang terjadi pada jalan yang selama ini sering dijadikan jalur alternatif memang cukup parah, karena persentase jalan yang rusak mencapai 60-an persen," kata Kabid Bina Marga pada Dinas Bina Marga Pengairan dan Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Kudus, Joko Mukti Harso, di Kudus, Rabu.

Jalan yang selama ini sering dijadikan jalur alternatif lintas utara pantai Jawa (Pantura) terdiri atas arah Semarang dilewatkan melalui perempatan Kerawang ke kiri menuju Tanjungrejo, Honggosoco, Margorejo, Kandang Mas, hingga Gembong (Kabupaten Pati).

Sedangkan dari arah Pati melalui pertigaan Bulungcangkring hingga pertigaan Jepang, Kudus.

Kerusakan jalan yang paling parah, katanya, terjadi di wilayah Selatan, yakni di wilayah Bulungcangkring.

Untuk itu, kata dia, jalan tersebut memang belum layak dijadikan jalur alternatif.

Sumber: http://ramadhan.antaranews.com/berita/384879/jalur-alternatif-kudus-banyak-yang-rusak

Rabu, 03 Juli 2013

Kompleks Makam Sunan Kudus Bakal Dilengkapi Museum

Kudus, Antara Jateng - Kompleks Makam Sunan Kudus dan Menara Kudus, Jawa Tengah, bakal dilengkapi dengan museum yang akan menjadi pusat informasi seputar perjuangan Sunan Kudus maupun benda-benda bersejarah.

       Menurut juru bicara Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus, Deny Nur Hakim di Kudus, Rabu, proses pembangunan museum sudah dimulai sejak 27 Maret 2013.

         Pembangunan museum tersebut, kata dia, memanfaatkan bangunan rumah adat yang kondisinya mengalami kerusakan, sehingga harus diperbaiki secar total, termasuk lokasinya juga didesain ulang untuk memberikan ruang terbuka bagi pengunjung.

         Rumah adat yang ada di Jalan Sunan Kudus tersebut, kata dia, awalnya merupakan milik perseorangan, kemudian dibeli oleh yayasan pada tahun 2000-an.

         Awalnya, lanjut dia, rumah adat tersebut hanya dijadikan tempat untuk menerima tamu yang berkunjung ke Makam Sunan Kudus maupun Menara Kudus.

         "Hanya saja, kondisi bangunan banyak yang mengalami kerusakan, sehingga tidak memungkinkan untuk dijadikan tempat menerima tamu," ujarnya.

         Setelah melalui proses panjang, akhirnya bangunan kuno tersebut dimanfaatkan sebagai museum yang akan menjadi ruang mutlimedia dan pusat informasi dan seputar Sunan Kudus maupun Menara Kudus serta sejumlah benda-benda bersejarah lainnya yang layak ditampilkan.

         Anggaran yang dibutuhkan untuk merevitalisasi bangunan kuno tersebut, kata dia, cukup besar dan ditanggung oleh pihak yayasan.

         Jumlah pekerja yang dilibatkan dalam proyek tersebut, kata dia, sebanyak 10 orang yang memiliki keahlian di bidang bangunan dan kayu, karena banyak material kayu dari rumah kuno tersebut perlu diganti dengan ukiran yang hampir sama.

         "Meskipun banyak material dari rumah adat yang diganti, tetap diupayakan menyerupai bentuk aslinya yang penuh dengan ukir-ukiran khas Kudus," ujarnya.

         Terkait dengan koleksi benda-benda bersejarah nantinya, kata dia, sudah disiapkan, termasuk foto bangunan menara dari zaman kuno yang diperoleh dari Museum terkenal di Belanda, yakni Tropenmuseum.

         Selain itu, kata dia, Yayasan Masjid Menara dan Makam Sunan Kudus juga berencana menjalin komunikasi dengan pengelola  Tropenmuseum untuk mendapatkan informasi seputar Menara Kudus maupun tentang Kota Kudus.

         "Rencana kami membuat museum juga mendapat sambutan postif dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Jateng maupun dari Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman," ujarnya.

         Ia berharap, juga mendapat bantuan dari pemerintah dalam rangka memperbanyak koleksi.

Editor : Immanuel Citra Senjaya

Sumber: http://www.antarajateng.com/detail/index.php?id=81167

Jumat, 07 Juni 2013

Dukung Mobilitas Warga, Kudus Rekomendasikan 20 Unit Taksi

Kudus, Antara Jateng - Pemerintah Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, merekomendasikan pengoperasian 20 unit taksi untuk mendukung mobilitas warga, kata Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika setempat Kudus Hendro Martoyo.

"Dari 20 unit armada taksi yang direkomendasikan oleh Pemkab Kudus, baru dua unit armada yang sudah beroperasi," ujarnya, di Kudus, Jumat.

Kedua unit taksi tersebut, kata dia, untuk tahap uji coba, sekaligus untuk mengetahui respons masyarakat Kudus.

Ternyata, kata dia, respons masyarakat Kudus memang besar, karena sudah banyak yang menggunakan jasa angkutan penumpang tersebut.

Bahkan, lanjut dia, operator taksi sering kewalahan melayani permintaan masyarakat Kudus untuk tujuan dalam kota maupun luar kota.

Ia memperkirakan, dalam waktu dekat unit armada yang akan dioperasikan ditambah, karena perusahaan jasa angkutan penumpang tersebut sudah mengurus sejumlah persyaratan untuk perizinan pengoperasian taksi.

Dengan kehadiran taksi di Kudus, dia berharap, bisa mendukung aktivitas warga yang semakin padat.

Sumber: http://www.antarajateng.com/detail/index.php?id=79891#.UbHhQJxZBMs

Sabtu, 01 Juni 2013

Lulusan SMPK Kudus diminta jadi duta antikorupsi

Kudus (ANTARA News) - Lulusan SMP Kanisius Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, diharapkan menjadi duta antikorupsi karena sebelumnya mereka sudah mendapatkan pendidikan antikorupsi selama tiga tahun menempuh pendidikan di sekolah setempat.

"Harapan agar lulusan SMPK menjadi duta antikorupsi memang sangat diharapkan oleh perwakilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang hadir pada pengumuman kelulusan di SMPK hari ini (1/6)," kata Kepala SMP Kanisius Kudus Martinus Basuki Sugita di Kudus, Sabtu.

Sebagai bentuk penghargaan dan dukungan terhadap siswa kelas IX SMPK Kudus yang bakal melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, katanya, perwakilan dari KPK juga memberikan pin antikorupsi kepada masing-masing siswa sebagai tanda bahwa mereka sudah mengikuti pendidikan antikorupsi.

Lulusan tersebut, kata dia, sangat diharapkan tetap menjunjung semangat antikorupsi, meskipun lingkungan sekolahnya sudah berbeda dengan sebelumnya.

Basuki mengatakan selama proses belajar mengajar, para siswa memang diajarkan kejujuran.

Hasilnya, kata dia, 71 siswa yang mengikuti ujian nasional (UN) bisa lulus semuanya.

Pengumuman kelulusan tahun ini, memang berbeda dengan pengumuman sebelumnya, karena selain dihadiri orang tua murid juga juga hadir Staf Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat Deputi Pencegahan di KPK, Roro Wide Sulistyowati.

Roro Wide Sulistyowati mengatakan kejujuran memang perlu diperkenalkan sejak dini, termasuk saat pelaksanaan UN memang dibutuhkan kejujuran.

"Kejujuran saat mengikuti UN memang bisa dianggap luar biasa," katanya.

Ia mengatakan KPK tidak selalu identik dengan menangkap para koruptor, melainkan ada pula upaya pencegahan tindak korupsi sejak dini melalui pendidikan di sekolah-sekolah.

Menurut dia, pendidikan antikorupsi memang perlu, karena sebagai pembentukan karakter mereka.

SMPK Kudus sudah memulai pendidikan antikorupsi sejak 2005. Bahkan, SMPK tersebut juga memiliki kantin kejujuran yang berdiri sejak 2005.

Selain itu, sekolah swasta tersebut juga menyediakan fasilitas telepon kejujuran bagi semua siswa pada 2008. Tersedianya fasilitas telepon kejujuran tersebut, karena semua siswa dilarang membawa telepon seluler ke sekolah.

Pendidikan antikorupsi juga dijadikan materi pada masa orientasi sekolah untuk siswa baru SMPK tersebut pada Tahun Ajaran 2011-2012.

(KR-AN/M029)

Editor: Tasrief Tarmizi

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/377831/lulusan-smpk-kudus-diminta-jadi-duta-antikorupsi

Jenazah terduga teroris dimakamkan di Kudus

Kudus (ANTARA News) - Jenazah Zaenuri, terduga teroris yang merupakan warga Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, dimakamkan di pemakaman umum daerah setempat Sabtu pagi.

Proses pemakaman almarhum Zaenuri yang merupakan warga Desa Klumpit, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, dimulai sekitar pukul 07.10 WIB, dengan terlebih dahulu dibawa ke Masjid Baitul Mukminin yang berjarak sekitar 200 meter dari kediaman almarhum, untuk disalatkan.

Selanjutnya jenazah dibawa ke Makam Umum Desa Klumpit yang berjarak sekitar 400 meter dari kediaman almarhum, dengan diiringi ratusan pelayat.

Sepanjang perjalanan menuju masjid maupun makam, takbir selalu dikumandangkan.

Juru bicara keluarga almarhum, Taufiq Ahmad di Kudus, Sabtu, mengungkapkan, jenazah almarhum tiba di rumah orang tuanya di Desa Klumpit, Sabtu (1/6) sekitar pukul 04.00 WIB.

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/377788/jenazah-terduga-teroris-dimakamkan-di-kudus

Jumat, 31 Mei 2013

2009-2011, Legimo Kerap Terima Uang dari Pengusaha buat Irjen Djoko

Jakarta - Bendahara Korlantas Kompol Legimo mengaku kerap menerima titipan uang dari pengusaha untuk Irjen Djoko Susilo selaku Kakorlantas Mabes Polri. Penyerahan titipan uang dari pengusaha berlangsung pada 2009 hingga 2011.

"Ada beberapa kali, dari 2009-2001. Saya yang menerima," ujar Kompol Legimo ketika dihadirkan sebagai saksi, di PN Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (31/5/2013).

Namun Legimo tidak menghitung secara rinci berapa jumlah uang yang dia terima untuk diteruskan kepada Irjen Djoko itu. Legimo juga lupa ada berapa kali penerimaan.

"Saya lupa, tapi dalam setahun bisa ada empat kali (penerimaan -red) lah," kata Legimo.

Legimo juga tidak mengetahui siapa yang mengirim uang tersebut. Namun ada yang dia ingat di antaranya adalah pemilik PT CMMA, Budi Susanto dan seorang pengusaha dari Kudus, yakni dari PT Pura.

"Pada Mei 2011 saya diperintah untuk mengambil uang di PT Pura di Kudus. Saya ambil bersama staf saya. Penerbangan dibayari dan begitu sampai di sana dijemput orang PT Pura," kata Legimo.

"Dari Kudus saya melanjutkan dengan perjalanan darat kembali ke kantor Korlantas, diantar orang PT Pura. Ada tiga kali saya mengambil uang ke Kudus," sambung Legimo.

Di dalam perkara ini jaksa KPK mendakwa Irjen Djoko Susilo, telah memperkaya diri dan menyalahgunakan kewenangannya dalam proyek simulator SIM untuk roda dua dan roda empat di tahun 2011. Dari total anggaran proyek Rp 196 M, Rp 144 M di antaranya menguap karena adanya praktek penggelembungan harga secara besar-besaran.

Penyidik KPK juga menetapkan Budi Susanto, pemilik PT Citra Mandiri Metalindo Abadi (CMMA), perusahaan yang menggarap proyek ini, sebagai tersangka. Proyek disubkontrakkan ke PT Inovasi Teknologi Indonesia (ITI) yang dipimpin Sukotjo Bambang. Nama terakhir juga ditetapkan sebagai tersangka.

Mantan Wakakorlantas, Brigjen Didik Purnomo juga ditetapkan sebagai tersangka lantaran diduga menerima uang Rp 50 juta dari Sukotjo Bambang. Berkas Budi Susanto, Sukotjo Bambang dan Brigjen Didik dihadirkan secara terpisah dengan berkas Irjen Djoko Susilo.

Sumber: http://news.detik.com/read/2013/05/31/160836/2261678/10/2009-2011-legimo-kerap-terima-uang-dari-pengusaha-buat-irjen-djoko